4 masalah utama yang sering timbul pada Kawasaki Ninja 150RR dan cara mengatasinya
![]() |
| Kawasaki Ninja 159RR |
Ratu Korex – Kawasaki Ninja 2 tak pernah berjaya di masanya dan menjadi motor favorit anak muda karena kecepatannya yang tinggi. Bahkan hingga saat ini meskipun sudah tidak diproduksi lagi, Kawasaki Ninja 150R dan Ninja 150RR masih menjadi motor tercepat dikelasnya dan masih tetap digandrungi anak muda penyuka kecepatan.
Kawasaki Ninja R dan Ninja RR memiliki basis mesin yang sama, perbedaan dari kedua motor ini hanya pada tampilannya saja. Kawasaki Ninja 150 R adalah motor naked sport, sedangkan Ninja 150 RR adalah motor sport full fairing.
![]() |
| Kawasaki Ninja 150R |
Kedua motor Kawasaki ini dikenal sebagai motor kencang yang tidak tertandingi, bahkan mampu mengasapi Kawasaki Ninja 4 tak yang kapasitas mesinnya lebih besar dan menggunakan 2 silinder. Tapi meskipun dikenal sebagai motor kencang, ternyata Kawasaki Ninja 2 tak memiliki beberapa permasalahan pada sektor mesin, terutama Kawasaki Ninja 150RR.
Kawasaki Ninja 150RR dikenal memiliki problem yang kadang cukup mengganggu, seperti tarikan gas yang berat dan akselerasi yang kurang responsif. Uniknya permasalahan ini sangat jarang terjadi pada Kawasaki Ninja 150 R.
Berikut ini beberapa pemyebab masalah yang sering timbul pada Kawasaki Ninja 150RR dan cara mengatasinya:
1. Gas sering nyangkut
Ini merupakan problem klasik pada Kawasaki Ninja 150RR, masalah ini biasanya mulai timbul setelah melakukan penggantian knalpot standar dengan knalpot racing dan melakukan setting ulang karburator, terutama penggantian pilot jet pada karburator Mikuni MV28 bawaan Ninja RR. Masalah gas nyangkut juga sering timbul ketika cuaca dingin atau setelah motor kehujanan.
Baca juga: Cara membuat suara knalpot Ninja RR dan RX King garing kemrincing
Masalah ini memang umum terjadi pada Kawasaki Ninja RR setelah ganti pilot jet karburator. Solusi yang paling mudah untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti karburator bawaan pabrik dengan karburator tipe lain, seperti Keihin PE28 atau PWK28.
Tapi selain dengan mengganti karburator, ada cara lain yang lebih sederhana dan lebih murah, salah satunya dengan melubangi skep karburator agar uap air yang mengendap bisa terbuang atau dengan menambahkan per/pegas agar dorongan pada skepnya lebih kuat sehingga mekanisme naik dan turun skep bisa lebih lancar. Tapi dengan menambahkan per pada skep karburator akan menyenbabkan tarikan/putaran handle gas menjadi sedikit agak berat.
Baca juga: Kelebihan dan kekurangan penggunaan gas spontan pada sepeda motor standar
2. Akselerasi kurang responsif
Masalah lain yang sering timbul pada Kawasaki Ninja RR adalah putaran bawah yang berat, terutama jika motor tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama. Kadang motor juga menjadi sulit dihidupkan. Penyebab utamanya adalah karena campuran udara dan bahan bakar di pilot jet karburator terlalu sedikit.
![]() |
| Ilustrasi Karburator Kawasaki Ninja 150RR |
Karburator bawaan Kawasaki Ninja RR memang dikenal sering bermasalah, tapi bukan berarti kualitasnya buruk. Hanya saja harus mencari settingan yang tepat untuk meminimalisir masalah-masalah yang sering timbul.
Untuk mengatasi tarikan Ninja RR yang loyo, salah satu caranya adalah dengan menaikkan ukuran pilot jet satu step.Karburatoer bawaan Ninja RR menggunakan pilot jet ukuran 22,5 dan untuk meningkatkan akselerasinya bisa diganti dengan pilot jet ukuran 25. Jika dengan kenaikan satu step dirasa masih belum maksimal, bisa dinaikkan satu step lagi.
Tapi ingat, dengan menaikkan ukuran pilot jet memang bisa meningkatkan tenaga dan top speed Kawasaki Ninja R dan Kawasaki Ninja RR, tapi efeknya konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih boros. Semakin besar ukuran pilot jet yang digunakan, maka konsumsi bahan bakar Ninja RR akan semakin boros.
Setelah pilot jet diganti dengan ukuran yang lebih besar, stelan udara juga harus disesuaikan agar campuran bahan bakar dan udara yang dihasilkan tidak terlalu kering atau terlalu basah. Pada dasarnya cara setting udara pada karburator setiap sepeda motor sebetulnya sama saja antara jenis motor apapun, baik motor bermesin 2 tak maupun 4 tak karena fungsinya sama, yaitu untuk menyuplai campuran bahan bakar dan udara yang sesuai dengan kebutuhan mesin.
Oleh karena itu, komponen karburator terdiri dari part -part yang adjustable atau bisa disetting dengan mudah untuk menghasikan campuran bahan bakar dan udara yang ideal sesuai kebutuhan mesin. Salah satunya adalah Air Screw (baut setelan udara) yang berada di sisi luar karburator.
Tujuan menyetting Air Screw (setelan angin) pada setiap motor karburator pada dasar sama, yaitu untuk mencari RPM tertinggi sebagai pedoman pasokan bahan bakar dan udara yang ideal agar proses pembakaran menjadi sempurna dan performa mesin bisa maksimal.
Sebelum menyetting Air Screw, hidupkan mesin motor beberapa saat untuk dipanaskan. Setelah putaran mesin langsam (stasionernya stabil), kemudian putar baut stelan udara pada karburator ke arah kanan (tutup) sampai mentok. Naikkan sedikit RPM mesin dengan memutar baut stelan stasioner agar mesin tidak mati. Kemudian mulailah putar lagi baut udara ke arah kiri (buka) secara perlahan-lahan sampai ketemu putaran mesin (RPM) tertinggi yang ditandai mesin meraung.
Untuk lebih pastinya, settingan tersebut boleh diulang-ulang lagi sampai benar-benar didapatkan RPM tertinggi. Setelah didapatkan RPM tertinggi, stel lagi RPM-nya agar langsam/stasioner dengan memutar baut stelan stasioner ke arah kiri. Pada RPM tertinggi tersebut berarti udara yang masuk sudah sesuai dengan kebutuhan mesin.
Untuk mengetahui apakah campuran bahan bakar dan udara sudah tepat (tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah) bisa dilihat pada elektroda busi yang berwarna coklat kemerahan dan kering. Selain itu, performa mesin juga lebih maksimal dari putaran bawah sampai putaran atas tidak ada masalah yang timbul seperti mbrebet atau ngempos.
Baca juga: Busi yang bagus untuk meningkatkan performa mesin sepeda motor
Adapun putaran ideal dari setelan angin yaitu antara 2 - 3 putaran ke arah kiri setelah baut stelan udara diputar mentok ke arah kanan. Tapi jika RPM tertinggi berada dibawah 2 putaran, berarti pilot jet kekecilan (perlu dinaikkan), dan jika RPM tertinggi didapat setelah melewati 3 kali putaran baut stelan udara ke arah kiri berarti ukuran pilot jet terlalu besar.
3. Masalah Pada KIPS
Kawasaki Ninja RR menggunakan teknologi Super KIPS (Kawasaki Integrated Power Valve System), yaitu sistem pengolahan gas buang yang dikembangkan oleh Kawasaki untuk memaksimalkan kinerja mesin motor.
Cara kerja Super KIPS yaitu dengan melakukan buka-tutup diberbagai putaran mesin yang berbeda. Katup KIPS akan terbuka jika putaran mesin sudah melampaui 7000 rpm dan akan tertutup jika putaran mesin masih dibawah angka tersebut.
Jika KIPS tidak bekerja sebagai mana mestinya, maka akan menyebabkan performa mesin menurun. KIPS tidak bisa bekerja secara optimal jika terdapat banyak tumpukan kerak sisa pembakaran. Dan jika sudah rusak, maka efeknya bisa lebih parah. Selain menyebabkan tarikan Ninja RR menjadi berat, KIPS yang bermasalah juga akan menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Untuk mengatasinya yaitu dengan membuka dan membersihkan bagian kepala silinder dari kerak-kerak yang menempel.
4. Mesin over heat
![]() |
| Ilustrasi Mesin Kawasaki Ninja 150RR |
Kawasaki Ninja 150RR sudah menggunakan sistem pendingin cairan atau radiator. Tapi kadang sistem pendingain ini masih belum cukup untuk mendinginkan panas yang dihasilkan dari mesin 2 tak Kawaski Ninja, apalagi jika motor sering dipacu dengan kecepatan tinggi dan menempuh jarak yang jauh. Jika sudah over heat maka kinerja mesin menjadi tidak maksimal, efeknya tenaganya menjadi loyo.
Untuk mencegah terjadinya panas berlebih pada mesin Ninja RR, sebaiknya selalu cek kondisi radiator dan gunakan air radiator (coolant) yang kualitasnya bagus. Jangan gunakan air biasa karena kandungan oksigennya bisa memicu oksidasi dan karat didalam komponen radiator. Kotoran atau karat didalam radiator bisa menyumbat distribusi air sehingga menyebabkan proses pendinginan mesin menjadi tidak maksimal.
Selain masalah pada radiator, over heat pada mesin juga bisa terjadi karena penggunaan oli mesin dan oli samping yang tidak sesuai atau kualitasnya kurang bagus. Jadi, untuk menjaga mesin dan komponen-komponen didalamnya agar tetap bagus dan dapat bekerja secara maksimal, sebaiknya gunakan oli mesin dan oli samping yang berkualitas, minimal sesuai rekomendasi pabrik. Selain itu, pastikan juga campuran bensin dan oli samping sudah sesuai agar kinerja mesin bisa maksimal dan tidak mengalami panas berlebih akibat kurang pelumasan.
Baca juga: Oli samping yang bagus untuk Kawasaki Ninja R dan Ninja RR
Demikian sedikit informasi tentang masalah utama yang sering timbul pada Kawasaki Ninja RR dan cara mengatasinya. Untuk informasi lain seputar Otomotif, dapat dibaca pada artikel Ratu Korex lainnya.
Semoga bermanfaat
Terima kasih




Post a Comment for "4 masalah utama yang sering timbul pada Kawasaki Ninja 150RR dan cara mengatasinya"