Cara menambah kecepatan Honda Vario karbu
![]() |
| (Honda Vario 110 karburator) |
Honda Vario 110 cc karburator
memang sudah tidak di produksi lagi oleh pabrikan Honda, tapi pengguna motor
ini masih cukup banyak. Hal itu terbukti dari masih seringnya motor ini terlihat
di jalan baik di kota maupun di pedesaan.
Jika dibandingkan dengan motor
Vario keluaran terbaru yang sudah menggunakan teknologi injeksi dan dengan
kapasitas mesin yang lebih besar tentunya Honda Vario 110 karbu jelas
ketinggalan, baik untuk masalah performa maupun konsumsi bahan bakarnya.
Bicara soal performa
motor, sebetulnya Honda Vario karbu juga bisa dibuat lebih kencang sehingga
tidak kalah dengan motor-motor keluaran terbaru yang sudah menggunakan
teknologi lebih canggih dan berkapasitas mesin lebih besar.
Setiap pemilik motor
Vario, terutama anak muda pasti menginginkan motornya bisa memiliki akselerasi
yang responsif dan juga bisa mencapai kecepatan yang maksimal. Tapi pada
prinsipnya kita harus memilih salah satu, apakah memilih akserasi atau top
speed, karena jika kita memilih akselerasi maka top speed akan sedikit
berkurang, dan sebaliknya, jika kita menginginkan top speed bertambah, maka
akselerasi akan terasa sedikit lebih berat. Dan jika kita menginginkan keduanya
dalam satu motor maka akan memerlukan settingan dan ubahan yang lebih komplek
dan rumit.
Berikut ini cara membuat akselerasi Honda
Vario karbu lebih responsif dan lebih kencang:
Jika motor hanya dipakai
untuk penggunaan harian sebetulnya cukup dengan melakukan settingan pada roller
dan per CVT saja.
- Penggunaan Roller
Weight
Part ini dapat dibeli di
toko spare part dan aksesoris motor. Ada beberapa merk ternama seperti BRT,
TDR, Kawahara dan lainnya, tetapi yang terpenting yang harus diperhitungkan
adalah berat dari roller itu sendiri.
Prinsip kerja roller
yaitu semakin ringan bebannya maka akan semakin cepat bergerak mendorong
movable drive face dan face comp pada drive pulley, sehingga bisa menekan belt
ke posisi terkecil. Efek yang terasa, akselerasi motor akan menjadi semakin
responsif. Tapi agar belt dapat tertekan maksimal juga butuh roller yang beratnya
sesuai. Artinya jika roller terlalu ringan maka tidak dapat menekan belt sampai
maksimal, dan efeknya tenaga tengah dan atas akan berkurang bahkan hilang.
Untuk masalah berat
roller, ada dua konsep umum yang biasa dilakukan jika menggunakan roller konvensional
(bentuk silinder), yaitu penggunaan roller dengan berat seragam dan kombinasi
berat roller (ringan dan berat). Kombinasi roller dilakukan dengan memasang 3
roller dengan beban tertentu dan 3 roller dengan beban yang lebih berat atau
lebih ringan, tergantung kebutuhannya.
Roller yang lebih ringan
akan bergerak terlebih dulu menekan movable drive face dan menyebabkan Motor Vario
bergerak lebih responsif dibanding jika masih menggunakan roller standar. Pada
titik putaran mesin selanjutnya roller yang lebih berat akan mulai bergerak dan
beban roller tersebut akan membantu menekan belt lebih dalam lagi.
Ada satu rumus ideal
untuk mengkombinasikan penggunaan roller, yaitu bedanya maksimal 3 poin antara
roller yang ringan dengan roller yang berat. Dalam konteks CVT Vario karbu,
untuk membantu mencari top speed bisa di aplikasikan dengan kombinasi 3 roller
standard (13 gr) dan 3 roller yang lebih berat (15 gr). Dengan rumus ideal ini,
tenaga tengah Vario akan dikorbankan tapi tidak terlalu signifikan. Prinsipnya,
semakin jauh perbedaan beban kombinasi rollernya maka semakin banyak tenaga
tengah yang dikorbankan. Untuk penggunaan dengan jalur yang banyak tanjakan,
bisa menggunakan kombinasi roller 12 gr dan 14 gr.
- Sliding Roller (SR)
Sliding roller (SR) adalah
roller yang bentuknya tidak silinder. Prinsip kerjanya tidak untuk di kombinasikan
atau dengan kata lain akan lebih optimal jika keenam Sliding roller (SR)
memiliki beban yang sama beratnya.
Penggunaan Sliding roller
(SR) dapat membantu proses penekanan movable drive face lebih cepat daripada
roller konvensional. Hal ini karena SR memiliki bidang tekan yang lebih luas
untuk menekan face comp sampai movable drive face ikut bergerak. Sedangkan
roller konvensional memiliki bidang yang lebih kecil untuk menekan face comp
dalam proses pergerakannya. Analoginya, akan lebih ringan untuk mendorong pintu
rolling door dengan menggunakan telapak tangan daripada hanya menggunakan jari
tangan. Oleh karena itu, secara hukum fisika, SR memerlukan tenaga yang lebih
sedikit untuk mencapai daya dorong yang sama dengan roller konvensional.
- Per VCT
Part ini juga dapat dibeli
di toko spare part dan aksesoris motor. Ada beberapa merk ternama seperti BRT,
TDR, Kawahara, dan yang lainnya, tetapi yang terpenting adalah kekerasan/kekakuan
dari per CVT tersebut.
Performa part ini biasa
disebut dengan compression spring atau torque spring. Prinsip kerjanya yaitu
semakin keras per CVT maka belt dapat terjaga lebih lama pada kondisi paling
luar dari driven pulley. Tapi jika ada kesalahan pada kombinasi antara roller
dan per CVT, dapat menyebabkan keausan bahkan kerusakan pada sistem CVT,
misalnya:
1. Per CVT yang terlalu keras dapat membuat
drive belt lebih cepat aus karena belt tidak mampu menekan dan membuka driven
pulley. Belt semakin lama akan terkikis karena panas dan gerakan berputar pada
driven pulley. Akibat yang paling fatal, belt bisa putus di tengah jalan.
2. Penggunaan per CVT yang
terlalu keras jika dipaksakan dapat merusak clutch/kopling. Panas yang timbul di
bagian CVT akibat perputaran bagian-bagiannya dapat membuat tingkat kekerasan
material partnya memuai. Pada tingkat panas tertentu, material part tidak akan kuat
menahan tekanan pada tingkat tertentu. Akibatnya per CVT bukannya melentur dan
menyempit ke dalam tapi justru malah bertahan pada kondisi yang masih lebar dan
kopling yang sudah panas bisa jebol karena hal itu.
Spesifikasi Per CVT
original bawaan Honda Vario karbu adalah 1000 rpm. Per CVT tersebut sebetulnya
sudah cukup bagus dan ideal untuk Vario karbu yang hanya dipakai untuk harian.
Dan jika menggunakan per CVT 1200 rpm tentunya jauh lebih bagus karena akan
membuat tarikan Vario karbu menjadi lebih enteng. Per CVT 1500 rpm juga bisa di
aplikasikan pada Honda Vario 110 karbu tapi harus sering memeriksa kondisi
drive beltnya untuk mengontrol kondisinya.
Jika dengan penggantian
roller dan per CVT masih dirasa belum cukup ampuh untuk membuat Honda Vario 110
karbu lebih galak dan kencang, maka bisa dilanjutkan dengan bore up boring
untuk meningkatkan kapasitas mesinnya, setting ulang karburator untuk
menyesuaikan konsumsi bahan bakarnya setelah kapasitas mesinnya bertambah,
meningkatkan pengapian dan juga saluran pembuangannya (knalpot).
Baca juga:
Cara mudah untuk menambah kecepatan Yamaha Vixion Old agar lebih kencang
Kelebihan dan kekurangan motor injeksi dibanding motor karburator
Penyebab knalpot motor nembak dan cara mengatasinya
Cara mudah untuk menambah kecepatan Yamaha Vixion Old agar lebih kencang
Kelebihan dan kekurangan motor injeksi dibanding motor karburator
Penyebab knalpot motor nembak dan cara mengatasinya
Demikian informasi
tentang cara menambah kecepatan Honda Vario karbu. Untuk informasi lain seputar
Otomotif, dapat dibaca pada artikel RATU KOREX lainnya.
Semoga bermanfaat
Terima kasih



Bukannya roller makin ringan butuh putaran tinggi untuk mampu menekan dan sebaliknya, kok saya agak bingung ya
ReplyDeletepenasaran sama pemakaian sliding roller 13 gram & per 1200 rpm gimana, kira2 sdh cukup enak belum dari standarnya?
ReplyDelete